Ruteng (Manduma) – Semangat moderasi beragama tidak berhenti pada lembar kurikulum di ruang kelas. MAN 2 Manggarai membuktikan komitmen pelayanan yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat melalui partisipasi aktif dalam Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS), sebuah program nasional besutan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
Di Kabupaten Manggarai, program GEBER MAS dikembangkan menjadi aksi nyata kemanusiaan dan keharmonisan lintas agama. Mengusung nilai Kemenag Berdampak, jajaran Kantor Kemenag Manggarai, Kantor Urusan Agama (KUA), serta seluruh madrasah termasuk MAN 2 Manggarai bahu-membahu merawat kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah dari berbagai umat beragama.
Kegiatan gotong royong ini dilaksanakan di empat rumah ibadah, yakni Masjid Agung Baiturrahman Ruteng, Masjid Jihadul Ukhro, Gereja Katolik St. Mikael Kumba, dan Gereja Kristen Protestan GMIT Imanuel Ruteng.
Guru, tenaga kependidikan, dan murid MAN 2 Manggarai turut terlibat membersihkan lingkungan rumah ibadah sesuai pembagian tugas. Bagi madrasah, kegiatan tersebut menjadi pembelajaran kontekstual untuk menanamkan nilai toleransi, kepedulian, dan penghormatan terhadap perbedaan.
Kepala MAN 2 Manggarai, Demasere, mengatakan bahwa moderasi beragama perlu diwujudkan melalui pengalaman langsung.
“Moderasi beragama tidak cukup hanya diajarkan melalui teori. Anak-anak perlu melihat dan mengalami langsung bagaimana menghargai perbedaan, bekerja sama, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan murid dalam menjaga kebersihan masjid dan gereja merupakan bagian dari pendidikan karakter.
“Menghormati tempat ibadah sesama warga adalah wujud nyata menghargai kemanusiaan. Nilai inilah yang menjadi fondasi keberagamaan yang ramah dan menyejukkan,” lanjutnya.
Kegiatan GEBER MAS di Manggarai menunjukkan bahwa aksi sederhana dapat memberikan dampak luas: lingkungan rumah ibadah menjadi lebih bersih, interaksi antarumat semakin erat, dan nilai moderasi beragama tumbuh melalui praktik nyata.
Dari masjid hingga gereja, MAN 2 Manggarai menunjukkan bahwa keberagaman bukan sekat untuk berbuat baik, tetapi kekuatan untuk membangun kerukunan bersama. (msr)




