Lembor Selatan (Humas Manduma) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka ke-65, MAN 2 Manggarai menggelar Kegiatan Kemah Bersama Ramah Alam (Kembara) Lintas Kabupaten untuk pertama kalinya. Kegiatan antargugus depan (Gudep) tersebut berlangsung pada tanggal 12–14 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan MTsN Manggarai Barat, Nanggali, Kecamatan Lembor Selatan.
Kembara 2026 menjadi momentum istimewa karena mempertemukan anggota Pramuka dari empat satuan pendidikan lintas kabupaten, yakni MAN 2 Manggarai dari Kabupaten Manggarai, serta MTsN Manggarai Barat, SDN Kendol, dan MIS Al-Muhajirin Malawatar dari Kabupaten Manggarai Barat.
Sebanyak 239 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut, yang terdiri atas 159 Pramuka Penggalang dan 80 Pramuka Penegak. Kehadiran peserta dari berbagai satuan pendidikan menjadi wujud nyata semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kolaborasi dalam membangun generasi muda yang berkarakter.
Mewakili Kamabigus MTsN Manggarai Barat, Rifai, dalam upacara pembukaan menyampaikan bahwa Kembara tahun ini mengusung tema “Ekoteologi dan Moderasi Beragama”.
Menurutnya, tema tersebut dirancang untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki ketaatan dalam beragama, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta mampu menghargai perbedaan.
“Melalui tema ekoteologi dan moderasi beragama, kita ingin membentuk generasi yang memiliki kesadaran untuk menjaga alam sekaligus mampu hidup berdampingan secara damai dalam keberagaman,” demikian pesan yang disampaikan dalam pembukaan kegiatan.
Upacara pembukaan Kembara 2026 berlangsung khidmat dan semarak. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Nanggali, tokoh adat setempat, para Kamabigus dari empat satuan pendidikan, serta para Pembina Pramuka yang mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif, kreatif, dan penuh pengalaman. Rangkaian kegiatan tidak hanya berorientasi pada keterampilan kepramukaan, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter, kepedulian sosial, kecintaan terhadap lingkungan, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama.
Pada bidang sosial dan lingkungan, peserta terlibat dalam kegiatan penanaman pohon serta gerakan bersih-bersih rumah ibadah. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata bagi peserta untuk memahami bahwa menjaga lingkungan dan merawat fasilitas keagamaan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
Semangat petualangan juga hadir melalui kegiatan penjelajahan dan api unggun, sementara kreativitas peserta disalurkan melalui berbagai perlombaan seperti yel-yel, puisi, dan vokal solo.
Kepala MAN 2 Manggarai, Demasere, S.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Kembara lintas kabupaten tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan Kembara untuk pertama kalinya merupakan langkah positif dalam memperluas ruang kolaborasi antarsatuan pendidikan sekaligus mempererat hubungan persaudaraan di kalangan anggota Pramuka di wilayah Manggarai Raya.
“Kami berharap Kembara ini tidak berhenti sebagai kegiatan perdana, tetapi dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini diharapkan mampu mengasah jiwa kepemimpinan peserta serta memperkokoh nilai-nilai moderasi beragama di kawasan Manggarai Raya,” ungkap Demasere.
Pelaksanaan Kembara 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka dapat menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk belajar, berkolaborasi, mencintai lingkungan, dan membangun persaudaraan di tengah keberagaman.
Dengan semangat “Ekoteologi dan Moderasi Beragama”, Kembara 2026 diharapkan menjadi langkah awal lahirnya gerakan bersama generasi muda Manggarai Raya yang peduli terhadap alam, menghargai keberagaman, serta memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. (msr)




